Next Generation Network

April 6, 2010

Konfigurasi PSTN over IP

Konfigurasi softswich class 4

Flowchart softswitch class 5

Maret 2, 2010

Sebuah softswitch adalah sebuah perangkat sentral dalam jaringan telekomunikasi yang menghubungkan panggilan dari satu saluran telepon ke yang lain, seluruhnya melalui perangkat lunak yang berjalan pada sistem komputer. Pekerjaan ini sebelumnya dilakukan oleh perangkat keras, dengan switchboards fisik untuk rute panggilan.

Softswitch lahir dari pengembangan teknologi jaringan data yang kini telah mendominasi. Pengembangan ini merupakan migrasi dari jaringan PSTN menuju NGN (Next Generation Network) yang berbasis data. Layanan telekomunikasi pada NGN (Next Generation Network) meliputi voice, data, dan multimedia. Pada kenyataannya, bagi industri jasa telekomunikasi bahwa volume trafik data melebihi volume trafik voice, namun layanan voice masih merupakan penyumbang pendapatan terbesar dalam bisnis telekomunikasi. Dengan Demikian pengembangan layanan voice pada jaringan data menjadi aspek penting dalam perkembangan telekomunikasi.

Kelemahan Softswitch sebagai berikut
:

  • Tergantung pada satu vendor, karena perangkat yang digunakan bersifat prepritary.
  • Investasi yang sangat tinggi.
  • Adanya fungsi kontrol, fungsi layanan dan fungsi network melekat dalam sirkit switch, sehingga operator sulit melakukan pengembangan dan diversivikasi layanan.

Softswitch merupakan kumpulan dari beberapa perangkat protokol dan aplikasi yang memampukan perangkat-perangkat yang lain untuk mengakses telekomunikasi atau layanan internet berbasis jaringan IP.

Fungsi Softswitch diantaranya:

  • Teknologi Softswitch mampu menghubungkan antara internet, jaringan wireless, jaringan kabel dan jaringan telepon tradisional.
  • Jaringan pusat (core network) dapat dicapai menggunakan Softswitch.
  • Softswitch memampukan jaringan telepon untuk berkomunikasi dengan jaringan data/internet dan sebaliknya.

Arsitektur dan Bagian Fungsional (Functional Plane) Softswitch ISC Reference Architecture sebagai berikut:

  • Transport Plane

Transport plane bertanggung jawab untuk pengirirman pesan antar jaringan VoIP. Pesan ini dapat berupa call signalling, call dan media set up atau media. Mekanisme pengiriman pesan-pesan ini berdasarkan semua teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan untuk membawa jenis trafik ini. Transport plane juga menyediakan akses untuk pensinyalan dan media ke jaringan luar, atau terminal ke jaringan VoIP. Pada umumnya perangkat dan fungsi transport plane dikendalikan oleh fungsi didalam call control dan signaling plane. Transport plane dibagi menjadi tiga daerah yaitu IP Transport Domain, Interworking Domain, dan Non-IP
Access Domain.

  • IP Transport Domain

IP Transport Domain menyediakan transport backbone dan routing/switching untuk mengangkut paket antar jaringan VoIP. Yang termasuk pada IP transport domain yakni router dan switch. Perangkat-perangkat (router dan switch) menyediakan mekanisme QoS dan aturan untuk pengangkutan.

  • Interworking Domain

Perangkat Interworking Domain bertanggung jawab untuk perubahan bentuk pensinyalan atau media penerima dari jaringan eksternal ke dalam suatu format yang dapat dikirim ke berbagai entity di dalam jaringan VoIP dan sebaliknya. Interworking Domain terdiri dari perangkat seperti signaling Gateway (gerbang signal yang mengangkut konversi antar lapisan pengangkut yang berbeda), Media Gateway (media konversi antara jaringan transport yang berbeda atau media yang berbeda, dan Interworking Gateway) signal interworking pada layer transport yang sama tetapi dengan protokol berbeda.

  • Non-IP Access Domain

Non-IP Access Domain diterapkan terutama untuk terminal non-IP dan jaringan radio tanpa kawat yang mengakses ke jaringan VoIP. Non-IP Access Domain terdiri dari Access Gateway atau gerbang untuk terminal non-IP atau telepon, terminal ISDN Integrated Access Devices ( IADS) untuk jaringan DSL, Kabel modem / Multimedia Terminal Adaptor ( MTAs) untuk jaringan HFC, dan Media Gateway untuk jaringan GSM/3G mobile radio access network (RAN).

  • Call Control & Signaling Plane

Call Control & Signaling Plane mengontrol element utama pada jaringan VoIP, khususnya pada Transport Plane. Perangkat dan fungsi dalam plane ini menyelesaikan kendali panggilan berdasarkan pesan/message yang diterima dari Transport Plane, dan menangani pembangunan dan pemutusan koneksi media antar Jaringan VoIP oleh komponen pengendalian dalam Transport Plane. The Call Control & Signaling Plane terdiri dari perangkat seperti Media Gateway Controller (Call Agent or Call Controller), Gatekeepers and LDAP servers.

  • Service & Application Plane

Service & Application Plane menyediakan kendali, logika dan pengeksekusi satu atau lebih jasa atau layanan atau aplikasi di dalam suatu jaringan VoIP. Perangkat-perangkat di dalam control Plane ini mengendalikan jalannya suatu panggilan berdasarkan layanan atau jasa pengeksekusi logika. Melalui komunikasi dengan perangkat di dalam Call Control & Signaling Plane. Jasa atau Layanan & Aplikasinya terdiri dari perangkat seperti Aplikasi Server dan Feature Server. Jasa atau Layanan & Aplikasinya juga mengontrol khususnya komponen-komponen pembawa seperti Media Server, yang melaksanakan fungsi seperti conferencing, IVR, tone processing, dan seterusnya.

  • Management Plane

Manajemen Plane menangani fungsi seperti berlangganan dan ketetapan jasa atau layanan, dukungan operasional, penagihan dan tugas manajemen jaringan lainnya. Manajemen Plane dapat saling berhubungan dengan beberapa atau dengan semua ketiga plane lainnya melalui standard industri ( seperti: SNMP) atau protocol proprietary dan APIs.

Jaringan Softswitch dibangun oleh 5 komponen penting diantaranya:

  1. MGC Media Gateway Controller merupakan salah satu unit fungsi utama pada softswitch. Gateway controller menangani call processing menggunakan Media gateway dan Signaling gateway. Dalam menangani Call Peocessing, Signaling Gateway berperan untuk membangun dan membubarkan koneksi. Gateway Controller sering disebut Call Agent (karena memiliki fungsi pesan pengontrol panggilan), dan juga disebut Media gateway Controller (karena memiliki fungsi pengontrol media gateway).Terkadang Call Agent disebut juga sebagai Softwitch (karena dikombinasikan dengan media gateway dan signaling gateway sehingga mempresentasikan konfigurasi minimun softswitch). Komponen ini menghubungkan antar komponen dalam jaringan softsiwtch dan juga menghubungkan ke ke jaringan luar yang berbeda protokol, seperti ke jaringan PSTN, SS7 dan jaringan IP.
  2. MG Media Gateway disebut juga AG (Access Gateway) dan TG (Trunk Gateway). Access Gateway (AG) sebagai penghubung ke arah jaringan akses yang berhubungan dengan pengguna. Pada umumnya access gateway yang dikenal adalah perangkat yang berbasis paket (IP) ataupun nonpaket yang selanjutnya diubah menjadi paket untuk dapat dikontrol oleh softswitch. Trunk Gateway (TG) dipergunakan untuk menghubungkan jaringan berbasis softswitch kepada jaringan non-paket dan berfungsi sebagai trunking. Di dalam perangkat ini terdapat perubahan dari trafik yang non-paket ke paket ataupun sebaliknya.
  3. SG Signalling Gateway melayani sebagai gateway atau gerbang antara jaringan signal SS7 dengan node-node lain pada jaringan IP yang di manage atau dikontrol oleh softswitch. Sebuah signaling gateway secara fisik terhubung ke jaringan SS7 dan harus mampu melayani berbagai protocol yang telah distandartkan. Signaling Gateway menyebabkan Softswitch seperti node-node yang ada pada jaringan SS7. Signaling Gateway menangani pengiriman signal SS7, sementara Media Gateway menangani pengiriman voice.
  4. MS Media Server biasanya terpisah dari Feature Server karena aplikasi Media Server melibatkan media processing. Artinya Media Server harus mampu mendukung DSP (digital signal Processing).
  5. FS Feature Server menyediakan semua feature dan layanan seperti tagihan, multy party conference, dll. Feature Server menggunakan semua sumber layanan atau jasa yang berkaitan dengan komponen-komponen lain pada softswitch. Dengan adanya Feature Server yang bekerja berbasis jaringan IP maka tidak ada lagi hambatan bagi softswitch untuk membagi dan mengelompokkan komponen aplikasi.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Softswitch

http://hari.narmadi.net/

Februari 22, 2010

Arsitektur NGN

Next Generation Network (NGN).

Definisi NGN menurut  ITU-T, NGN adalah jaringan paket data (packet-based network) yang  memungkinkan menyediakan layanan termasuk layanan telekomunikasi dan  dapat menggunakan brodband, teknologi  transport  yang didukung  Qulity of  Sevice (QoS enabled) yang mana layanan (service-nya) independen dari teknologi  layer  transport-nya. NGN ini memungkinkan  pengguna (user)  dapat mengakses  penyedia layanan yang berbeda-beda, serta mendukung mobilitas standar yang konsisten dari  layanan ke  pengguna.

Arsitektur NGN  memberi fleksibiltas  service layer-nya  independen  dari  network  transportnya. Dalam  artian, ketika  provider ingin  memasangkan  layanan baru (new service),  hal ini dapat dilakukannya  langsung pada  sisi service  layer-nya tanpa mempertimbangkan/bergantung pada transport  layernya.

Gambar 4. Konvergensi network  NGN (Sumber:  Xener Systems)

Softswitch (gambar 4) merupakan salah satu  bagian penting dari jaringan NGN yang memungkinkan integrasi protokol/teknologi  yang berbeda dapat digabungkan. Softswitch merupakan perangkat  yang  dapat  diprogram (bersifat terbuka/tidak proprietary) dan juga berfungsi  mengontrol  panggilan/koneksi. Pada tahap implementasinya softswitch  ini   berinteraksi dengan jaringan eksisting (PSTN) maupun jaringan data berbasis wireline.

Secara ringkas pengunaan softswicth berkontribusi positif  dalam hal:  [1] Kemudahan/fleksibilitas yang  ditawarkan  dalam pengembangan jaringan  ke  depan  (softswitch didesain terbuka /non proprietary, scalable  dan fleksibel, [2] Kemudahan migrasi pelanggan antar teknologi yang berbeda serta  integrasi protokol/teknologi  yang berbeda,  [3] Efisiensi biaya modal (capex) dan biaya operasi (opex).

Gambar 5 Konvergensi perangkat, network & layanan (Sumber: Electronic & Telecomunication Research Institute)

Konvergensi pada  gambar 5, menunjukkan adanya karakteritik pokok  pada  entitas  perangkat (terminal)  yang berkembang  menjadi perangkat yang multimode, entitas jaringan (netwok)  dengan  IP based, berpita lebar (broadband) serta entitas layanan (service) yang mengarah layanan  personal dengan dukungan intelligent service.

Gambar  6 menunjukkan perangkat yang multimode (yang dapat support/embeded beberapa mode protokol network di dalamnya), dirancang  untuk dapat melakukan handover pada beberapa  network  yang  IP based  dan menerima layanan  yang didukung oleh IP Multimedia Subsystem (IMS). Perangkat yang multimode  yang saat  ini telah ada  yakni  ponsel GSM/PDA phone   yang  embeded Wi-FI (dual mode).

Gambar 6. Proses handover pada multimode terminal  dari  satu  jaringan  ke jaringan lain (Sumber: UMTS-Forum)

Sumber: http://www.jmzacharias.com/seamless.htm

Februari 22, 2010

CALL CONFERENCE

Panggilan konferensi (Conference call) adalah istilah yang digunakan untuk panggilan telepon yang menghubungkan tiga atau lebih saluran telepon dalam waktu bersamaan. Conference Call memungkinkan pengguna telepon yang berbeda lokasi untuk berkomunikasi dan bertukar informasi. Conference Call dapat diatur sedemikian rupa sehingga pihak yang ditelepon dapat berpartisipasi saat panggilan telepon dilakukan atau hanya mendengarkan percakapan dan tak bisa ikut berbicara. Conference Call seringkali disebut ATC (Audio Tele-Conference). Conference Call termasuk dalam tipe teleconference.

Dalam istilah lain, Call Conference merupakan sebuah sistem komunikasi yang meliputi komunikasi pluralitas unit yang digabungkan bersama-sama oleh konduktor fisik. Setiap unit dilengkapi dengan auditive loudspeaker untuk menerima informasi dan / atau mikrofon untuk auditive transmisi informasi. Beberapa dari unit diberi sebuah tugas kelompok dan disusun untuk membangun fasilitas panggilan konferensi, di mana sebuah sinyal analog yang berasal dari informasi yang dikirimkan auditive terkena proses sampling. Untuk tujuan auditive transmisi informasi dan / atau untuk menerima informasi auditive, semua unit yang terkait dengan kelompok disusun untuk digunakan satu dan sama slot waktu dalam kerangka waktu yang digunakan untuk proses pengambilan sampel, sehingga ketika informasi yang dikirimkan secara bersamaan dari dua atau lebih unit, sampling kontribusi disimpulkan dalam slot waktu melalui sebuah konduktor.

Sumber: http://www.freepatentsonline.com/4829513.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Panggilan_konferensi

Februari 22, 2010

Routing Statis dan Dinamis dalam Circuit Switch

Circuit Switch merupakan jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.

Algorithma Circuit Switch merupakan algorithma yang digunakan pada sentral-sentral telepon baik telepon fix maupun tidak. Algorithma ini digunakan tidak lain untuk menghubungkan satu sumber calling untuk seterusnya diteruskan pada end point akhir (destination).
Terdapat 2 macam Algoritma yang digunakan  dalam jaringan circuit switch:

  1. Static Routing Algorithm
  2. Dynamic Routing Algorithm, algoritma dengan pendekatan yang memperhitungkan traffic yang terjadi pada jaringan

Dynamic Routing Algorithm dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Alternate Routing
  2. Adaptive Routing

Routing adalah sebuah proses yang merupakan fungsi dilakukan pada lapisan 3 dari model referensi OSI.

Statis Vs. Dynamic Routing

  1. Static routing secara manual mendirikan jalur optimal antara sumber dan tujuan komputer. Di sisi lain, routing dinamis menggunakan protokol dinamis untuk meng-update tabel routing dan menemukan jalur yang optimal antara sumber dan tujuan komputer.
  2. Router yang menggunakan algoritma routing statis tidak memiliki mekanisme pengendalian jika ada kesalahan dalam routing jalan. Router ini tidak merasakan komputer rusak ditemui saat menemukan jalan antara dua komputer atau router dalam jaringan. Algoritma routing dinamis digunakan dalam router dinamis dan router ini bisa merasakan router yang salah dalam jaringan. Selain itu, router dinamis menghilangkan router yang rusak dan menemukan jalur yang optimal mungkin lain dari sumber ke tujuan. Jika ada router down atau rusak karena alasan tertentu, kesalahan ini yang beredar di seluruh jaringan. Karena kualitas ini router dinamis, mereka juga disebut adaptif router.
  3. Statis routing sangat cocok untuk jaringan kecil dan mereka tidak dapat digunakan pada jaringan besar. Berlawanan dengan itu, routing dinamis digunakan untuk jaringan besar. Manual routing tidak memiliki algoritma routing tertentu. Router dinamis didasarkan pada berbagai algoritma routing seperti OSPF (Open Shortest Path First), IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) dan RIP (Routing InformationProtocol).
  4. Routing statis adalah cara paling sederhana routing paket data dari sumber ke tujuan dalam jaringan. Routing dinamis kompleks menggunakan algoritma untuk routing paket data.
  5. Routing statis memiliki keuntungan yaitu memerlukan memori minimal. Namun pada router dinamis, ada beberapa overhead memori, tergantung pada algoritma routing yang digunakan.
  6. Para administrator jaringan menemukan jalan keluar yang optimal dan membuat perubahan dalam tabel routing dalam kasus routing statis. Dalam algoritma routing dinamis, algoritma dan protokol bertanggung jawab untuk routing paket-paket dan membuat perubahan yang sesuai dalam tabel routing.

Sumber: http://www.buzzle.com/articles/static-vs-dynamic-routing.html

http://techditional.blogspot.com/2010/02/algorithm-circuit-switch.html

Februari 22, 2010

Resource Reservation Protocol (RSVP)

Integrated Service Model atau disingkat IntServ merupakan sebuah model QoS yang bekerja untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan QoS berbagai perangkat dan berbagai aplikasi dalam sebuah jaringan. Dalam model IntServ ini, para pengguna atau aplikasi dalam sebuah jaringan akan melakukan request terlebih dahulu mengenai servis dan QoS jenis apa yang mereka dapatkan, sebelum mereka mengirimkan data. Request tersebut biasanya dilakukan dengan menggunakan sinyal-sinyal yang jelas dalam proses komunikasinya.

Dalam request tersebut, pengguna jaringan atau sebuah aplikasi akan mengirimkan informasi mengenai profile traffic mereka ke perangkat QoS. Profile traffic tersebut akan menentukan hak-hak apa yang akan mereka dapatkan seperti misalnya berapa bandwidth dan delay yang akan mereka terima dan gunakan.

Setelah mendapatkan konfirmasi dari perangkat QoS dalam jaringannya, maka pengguna dan aplikasi tersebut baru diijinkan untuk melakukan transaksi pengiriman dan penerimaan data. Transaksi data akan dilakukan dalam batasan-batasan yang telah diberikan oleh perangkat QoS tersebut tanpa kecuali.

Sebuah perangkat QoS biasanya akan bertindak sebagai pengontrol hak-hak yang akan diterima oleh pengguna. Sedangkan pengguna jaringan dan aplikasi didalamnya bertugas untuk mengirimkan profile nya untuk dapat diproses dalam perangkat QoS. Setelah hak-hak pengguna jaringan jelas, perangkat QoS akan memenuhi komitmen yang telah dijanjikannya dengan cara mempertahankan status semua pengguna dan kemudian melakukan proses-proses QoS untuk memenuhinya. Proses-proses tersebut adalah Packet Classification, Policing, Queing, dan banyak lagi yang akan dibahas selanjutnya.

Pada kebanyakan perangkat jaringan yang mampu menjalankan QoS model IntServ ini, dilengkapi sebuah system sinyaling yang bertugas untuk mengirimkan profile dan request mereka ke perangkat QoS. Sistem sinyaling tersebut sering disebut dengan istilah Resource Reservation Protocol (RSVP).

Resource Reservation Protocol (RSVP) adalah protokol yang memungkinkan pengguna melakukan reservasi bandwidth ke tujuannya sebelum melakukan transaksi data. Pada umumnya di jaringan terdapat dua jenis traffic :

  • Traffic data yang tidak membutuhkan reservasi bandwidth karena telah diatur oleh protokol di level transport. Protokol di level transport seperti TCP memungkinkan adanya kontrol aliran data secara end-to-end.
  • Traffic data real-time yang membutuhkan reservasi bandwidth. Hal ini diperlukan karena trafic ini sering mengalami masalah apabila hanya bergantung pada protokol di level transport.

Aplikasi-aplikasi berbasis data, umumnya tidak membutuhkan reservasi bandwidth dan membutuhkan bandwidth yang lebih kecil dibandingkan traffic real-time. Sedangkan pada aplikasi real-time membutuhkan hal yang sebaliknya. Pada jaringan tradisional, kedua aplikasi tersebut harus berebut resource jaringan yang ada.

Pada jaringan yang menggunakan RSVP, router-router yang telah RSVP-aware akan memeriksa prioritas data yang datang dan akan melakukan seleksi pengiriman data atas dasar prioritasnya.

Mekanisme RSVP memungkinkan traffic data real-time melakukan reservasi bandwidth terlebih dahulu sehingga performa traffic akan selalu konsisten dari waktu ke waktu.

Sumber: http://www.docstoc.com

http://www.pcmedia.co.id

Februari 22, 2010

PLMN

Dalam telekomunikasi, Public Land Mobile Network (PLMN) adalah jaringan yang dibuat dan dioperasikan oleh pemerintah atau oleh badan operasi yang diakui (Recognized Operating Agency /ROA) untuk tujuan khusus untuk menyediakan layanan telekomunikasi selular tanah kepada masyarakat.z Sebuah PLMN diidentifikasi oleh Mobile Country Code (MCC) dan Mobile Network Code (MNC). Setiap operator menyediakan layanan mobile memiliki PLMN. PLMNs interkoneksi dengan PLMNs dan Public beralih jaringan telepon (PSTN) untuk komunikasi telepon atau dengan penyedia layanan Internet untuk data dan akses internet link yang didefinisikan sebagai hubungan antara penyedia layanan interkoneksi. Link ini kebanyakan menggabungkan jaringan SDH transmisi digital melalui serat optik di darat dan gelombang mikro digital. Akses ke layanan PLMN dicapai melalui antarmuka udara yang melibatkan komunikasi radio antar ponsel atau pengguna wireless lain peralatan dan lahan berbasis atau radio pemancar radio base station atau bahkan serat optik jaringan SDH didistribusikan antara BTS mobile dan stasiun pusat melalui peralatan SDH (ADMs) terintegrasi dengan layanan jaringan IP. Public Land Mobile Network (PLMN) diuraikan dalam UMTS Rel. ’99 mempersatukan 3 kategari utama dari elemen jaringan :

• GSM Phase ½ core network elements; mobile service switching center (MSC), visitor location register (VLR), home location register (HLR), authentication center (AC), and equipment identity register (EIR).

• GSM Phase 2+ enhancements; GPRS (serving GPRS support node [SGSN] dan gateway GPRS support node [GGSN]) dan CAMEL (CAMEL service environment [CSE])

Peningkatan dan modifikasi UMTS yang spesifik, terutama UTRAN. GSM phase ½ PLMN berisi dari 3 subsistem; base station subsystem (BSS), network dan switching subsystem (NSS), dan operations support system (OSS). BSS berisi dengan beberapa unit fungsional; base station controller (BSC), base transcievier station (BTS) dan transcoder and rate adapter unit (TRAU). NSS berisi beberapa unit fungsional; MSC, VLR, HLR, EIR, dan AC. MSC berfungsi menyediakan seoerti switching, signaling, paging, dan inter-MSC handover. OSS berisi operation dan maintenance centers (OMSs), yang digunakan untuk remote dan tugas centralized operation, administration, dan maintenance (OAM). Saat ini PLMN mempunyai jalur circuit dan packet switch. HSDPA membangun suatu BTS yang bernama NODE B dan MSC baru yang disebut RNC. Keduanya telah dapat men-support circuit dan paket switch. Untuk teknologi GPRS pada MSC ditambahkan PCU.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Public_land_mobile_network http://josanta.wordpress.com/

Februari 22, 2010

Arsitektur NGN

Februari 21, 2010

Megaco/H.248: Media Gateway Control Protocol

Megaco/H.24 (Media Gateway Control Protocol) digunakan sebagai elemen control yang secara fisik terpisah dari multimedia gateway, yang memungkinkan pemisahan call control dari konversi media. Megaco merupakan hasil penggabungan antara IETF dan Studi Grup 16 ITU-T. Oleh karena itu IETF mendefinisikan Megaco sama dengan Rekomendasi H.248 ITU-T.

Megaco dapat menggambarkan hubungan antara Media Gateway (MG), yang mengonversicircuit-switched voice ke trafik yang berbasis paket, dan Media Gateway Controller (MGC,terkadang disebut call agent atau softswitch). Megaco/H.248 menginstruksikan MG untuk mengkoneksikan streams yang datang dari luar paket atau cell datanetwork ke paket atau cell stream seperti Real-Time Transport Protocol (RTP). Megaco/H.248 secara esensial serupa dengan MGCP dari standpoint arsitektur dan hubungan gateway-controller, tetapi Megaco/H.248mendukung jaringan broaderrange seperti ATM.

Terdapat dua komponen dasar pada Megaco/H.248, yaitu: terminasi dan konteks. Terminasi merepresantiskan streams memasuki atau meninggalkan MG (contohnya, line telepon analog, RTP streams atau MP3 streams). Terminasi mempunyai property seperti buffer jitter yang mempunyai ukuran maksimum ayng dapat diamati dan dimodifikasi oleh MGC.

Terminasi dapat dihubungkan dengan konteks, yang didefinisikan sebagai dua atau lebih terminasi streams yang digabungkan dan dikoneksikan bersama. Normalnya, konteks ‘aktif’ dapat mempunyai terminasi fisik dan terminasi yang bersifat sekali pakai. Konteks dibuat dan dirilis oleh MG di bawah perintah MGC. Sebuah konteks dibuat dengan menambahkan terminasi pertama, dan dirilis dengan menghilangkan terminasi terakhir.

Sumber: http://www.javvin.com/protocolMegaco.html

Hello world!

Mei 4, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.